Begitu banyaknya shalawat yang beredar di negeri kita bahkan di seluruh dunia dan kebanyakan dari itu merupakan shalawat-shalawat yang bathil (bid'ah). Shalawat yang benar adalah shalawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah Shalallahu 'alahi wassalam melalui hadits-hadits shahih yang telah diriwayatkan oleh imam-iman ahlul hadits. Maka berhati-hatilah dalam bershalawat karena shalawat-shalawat yang bid'ah merupakan shalawat yang dibuat oleh orang-orang yang sesat dan jahil yang pada hakekatnya menentang Rasulullah Shalallahu 'alahi wassalam, karena mereka terlalu berlebih-lebihan menyanjung, memuji Rasulullah Shalallahu 'alahi wassalam diluar dari batas yang Rasulullah Shalallahu 'alahi wassalam ajarkan kepada umatnya bahkan sebagian shalawat-shalawat bid'ah ada yang menjerumuskan kita kepada kesyirikan. Oleh karena itu Ikhwan dan Akhwat silahkan mendownload kajian yang dibawakan oleh Ustadz Hakim bin Amir Abdat tentang sifat shalawat dan salam kepada Nabi Shalallahu 'alahi wassalam.
silahkan Download:
Sifat shalawat dan salam 1
Sifat shalawat dan salam 2
Jazakallah Khair..
Kamis, 2009 Juni 18
Senin, 2009 Juni 15
Syarat dan Ketentuan Ibadah
Sesungguhnya kita diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, oleh karena itu ibadah merupakan wujud penghambaan kita kepada Robbuna Jalla wa 'Alla, maka cara kita untuk beribadah tidak lain melainkan:
1. Ikhlas karena Allah Azza wa Jalla.
2. Mutaba'ah (mengikuti) Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wassalam
Perlu diketahui bahwa mutaba'ah (mengikuti Nabi) tidak akan tercapai kecuali apabila amal yang dikerjakan sesuai dengan syari'at dalam enam perkara.
Pertama : Sebab.
Jika seseorang melakukan suatu ibadah kepada Allah dengan sebab yang tidak disyari'atkan, maka ibadah tersebut adalah bid'ah dan tidak diterima (ditolak). Contoh : Ada orang yang melakukan shalat tahajud pada malam dua puluh tujuh bulan Rajab, dengan dalih bahwa malam itu adalah malam Mi'raj Rasulullah (dinaikkan ke atas langit). Shalat tahajud adalah ibadah, tetapi karena dikaitkan dengan sebab tersebut menjadi bid'ah. Karena ibadah tadi didasarkan atas sebab yang tidak ditetapkan dalam syari'at. Syarat ini -yaitu : ibadah harus sesuai dengan syari'at dalam sebab - adalah penting, karena dengan demikian dapat diketahui beberapa macam amal yang dianggap termasuk sunnah, namun sebenarnya adalah bid'ah.
Kedua : Jenis.
Artinya : ibadah harus sesuai dengan syari'at dalam jenisnya. Jika tidak, maka tidak diterima. Contoh : Seorang yang menyembelih kuda untuk kurban adalah tidak sah, karena menyalahi ketentuan syari'at dalam jenisnya. Yang boleh dijadikan kurban yaitu unta, sapi dan kambing.
Ketiga : Kadar (Bilangan).
Kalau seseorang yang menambah bilangan raka'at suatu shalat, yang menurutnya hal itu diperintahkan, maka shalat tersebut adalah bid'ah dan tidak diterima, karena tidak sesuai dengan ketentuan syari'at dalam jumlah bilangan rakaatnya. Jadi, apabila ada orang shalat zhuhur lima raka'at, umpamanya, maka shalatnya tidak sah.
Keempat : Kaifiyah (Cara).
Seandainya ada orang berwudhu dengan cara membasuh tangan, lalu muka, maka tidak sah wudhunya karena tidak sesuai dengan cara yang ditentukan syari'at.
Kelima : Waktu.
Apabila ada orang yang menyembelih binatang kurban pada hari pertama bulan Dzul Hijjah, maka tidak sah, karena waktu melaksanakannya tidak menurut ajaran Islam.
Saya pernah mendengar bahwa ada orang bertaqarub kepada Allah pada bulan Ramadhan dengan menyembelih kambing. Amal seperti ini adalah bid'ah, karena tidak ada sembelihan yang ditujukan untuk bertaqarrub kepada Allah kecuali sebagai kurban, denda haji dan akikah. Adapun menyembelih pada bulan Ramadhan dengan i'tikad mendapat pahala atas sembelihan tersebut sebagaimana dalam Idul Adha adalah bid'ah. Kalau menyembelih hanya untuk memakan dagingnya, boleh saja.
Keenam : Tempat.
Andaikata ada orang beri'tikaf di tempat selain masjid, maka tidak sah i'tikafnya. Sebab tempat i'tikaf hanyalah di masjid. Begitu pula, andaikata ada seorang wanita hendak beri'tikaf di dalam mushalla di rumahnya, maka tidak sah i'tikafnya, karena tempat melakukannya tidak sesuai dengan ketentuan syari'at, Contoh lainnya : Seseorang yang melakukan thawaf di luar Masjid Haram dengan alasan karena di dalam sudah penuh sesak, tahawafnya tidak sah, karena tempat melakukan thawaf adalah dalam Baitullah tersebut, sebagaimana firman Allah Ta'ala.
"Artinya : Dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf". [Al-Hajj : 26].
1. Ikhlas karena Allah Azza wa Jalla.
2. Mutaba'ah (mengikuti) Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wassalam
Perlu diketahui bahwa mutaba'ah (mengikuti Nabi) tidak akan tercapai kecuali apabila amal yang dikerjakan sesuai dengan syari'at dalam enam perkara.
Pertama : Sebab.
Jika seseorang melakukan suatu ibadah kepada Allah dengan sebab yang tidak disyari'atkan, maka ibadah tersebut adalah bid'ah dan tidak diterima (ditolak). Contoh : Ada orang yang melakukan shalat tahajud pada malam dua puluh tujuh bulan Rajab, dengan dalih bahwa malam itu adalah malam Mi'raj Rasulullah (dinaikkan ke atas langit). Shalat tahajud adalah ibadah, tetapi karena dikaitkan dengan sebab tersebut menjadi bid'ah. Karena ibadah tadi didasarkan atas sebab yang tidak ditetapkan dalam syari'at. Syarat ini -yaitu : ibadah harus sesuai dengan syari'at dalam sebab - adalah penting, karena dengan demikian dapat diketahui beberapa macam amal yang dianggap termasuk sunnah, namun sebenarnya adalah bid'ah.
Kedua : Jenis.
Artinya : ibadah harus sesuai dengan syari'at dalam jenisnya. Jika tidak, maka tidak diterima. Contoh : Seorang yang menyembelih kuda untuk kurban adalah tidak sah, karena menyalahi ketentuan syari'at dalam jenisnya. Yang boleh dijadikan kurban yaitu unta, sapi dan kambing.
Ketiga : Kadar (Bilangan).
Kalau seseorang yang menambah bilangan raka'at suatu shalat, yang menurutnya hal itu diperintahkan, maka shalat tersebut adalah bid'ah dan tidak diterima, karena tidak sesuai dengan ketentuan syari'at dalam jumlah bilangan rakaatnya. Jadi, apabila ada orang shalat zhuhur lima raka'at, umpamanya, maka shalatnya tidak sah.
Keempat : Kaifiyah (Cara).
Seandainya ada orang berwudhu dengan cara membasuh tangan, lalu muka, maka tidak sah wudhunya karena tidak sesuai dengan cara yang ditentukan syari'at.
Kelima : Waktu.
Apabila ada orang yang menyembelih binatang kurban pada hari pertama bulan Dzul Hijjah, maka tidak sah, karena waktu melaksanakannya tidak menurut ajaran Islam.
Saya pernah mendengar bahwa ada orang bertaqarub kepada Allah pada bulan Ramadhan dengan menyembelih kambing. Amal seperti ini adalah bid'ah, karena tidak ada sembelihan yang ditujukan untuk bertaqarrub kepada Allah kecuali sebagai kurban, denda haji dan akikah. Adapun menyembelih pada bulan Ramadhan dengan i'tikad mendapat pahala atas sembelihan tersebut sebagaimana dalam Idul Adha adalah bid'ah. Kalau menyembelih hanya untuk memakan dagingnya, boleh saja.
Keenam : Tempat.
Andaikata ada orang beri'tikaf di tempat selain masjid, maka tidak sah i'tikafnya. Sebab tempat i'tikaf hanyalah di masjid. Begitu pula, andaikata ada seorang wanita hendak beri'tikaf di dalam mushalla di rumahnya, maka tidak sah i'tikafnya, karena tempat melakukannya tidak sesuai dengan ketentuan syari'at, Contoh lainnya : Seseorang yang melakukan thawaf di luar Masjid Haram dengan alasan karena di dalam sudah penuh sesak, tahawafnya tidak sah, karena tempat melakukan thawaf adalah dalam Baitullah tersebut, sebagaimana firman Allah Ta'ala.
"Artinya : Dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf". [Al-Hajj : 26].
Selasa, 2009 Juni 09
Download Software Salaf
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.
Ana akan sedikit memberikan penjelasan mengenai software ini dan cara kerjanya. Software ini bernama SalafDB versi 4.0 merupakan software yang berisi kumpulan Artikel, E-book, Al-Qur'anul Karim berserta terjemahannya, Hadist Bukhari dan Muslim, kumpulan kitab yang mahsyur seperti Bulughul marom, Riyadhussholihin, kumpulan fatwa-fatwa Ulama Ahlussunah dll.
Sedangkan cara kerja software tersebut ialah Ikhwan dan Akhwat bisa mensearch atau mencari dengan kata sandi apa saja mengenai permasalahan agama Islam dan disana antum dapat mensetting kemana antum mencari bisa di Al-Qur'an, bisa di Hadist, bisa di artikel dan fatwa Ulama Ahlussunah.
Disamping itu Ikhwan dan Akhwat dapat membaca Al-Qur'an berserta artinya , membaca hadist di shahih Bukhari, shahih Muslim, Hadist Arbain Imam An-Nawawi, dan antum dapat mempelajari kitab Bulughul Marom dan Riadhussholihin yang bertujuan untuk merujuk dalil/nash.
Demikian sedikit penjelasan dari Ana Mudah-mudahan bermanfaat untuk mendownloadnya Ikhwan dan Akhwat tinggal klik
disini download
Jazakumullah Khairan Katsiro...
Ana akan sedikit memberikan penjelasan mengenai software ini dan cara kerjanya. Software ini bernama SalafDB versi 4.0 merupakan software yang berisi kumpulan Artikel, E-book, Al-Qur'anul Karim berserta terjemahannya, Hadist Bukhari dan Muslim, kumpulan kitab yang mahsyur seperti Bulughul marom, Riyadhussholihin, kumpulan fatwa-fatwa Ulama Ahlussunah dll.
Sedangkan cara kerja software tersebut ialah Ikhwan dan Akhwat bisa mensearch atau mencari dengan kata sandi apa saja mengenai permasalahan agama Islam dan disana antum dapat mensetting kemana antum mencari bisa di Al-Qur'an, bisa di Hadist, bisa di artikel dan fatwa Ulama Ahlussunah.
Disamping itu Ikhwan dan Akhwat dapat membaca Al-Qur'an berserta artinya , membaca hadist di shahih Bukhari, shahih Muslim, Hadist Arbain Imam An-Nawawi, dan antum dapat mempelajari kitab Bulughul Marom dan Riadhussholihin yang bertujuan untuk merujuk dalil/nash.
Demikian sedikit penjelasan dari Ana Mudah-mudahan bermanfaat untuk mendownloadnya Ikhwan dan Akhwat tinggal klik
disini download
Jazakumullah Khairan Katsiro...
Jumat, 2009 April 24
Download Kajian Kesempurnaan Islam & Pengertian Bid'ah Serta Ancaman Pelaku Bid'ah
Assalamu'alaikum warohmatullahi Wabarokatuh
Kesempurnaan Islam 1
Kesempurnaan Islam 2
Kesempurnaan Islam 3
Jazakumullah Khairan Katsiro...
Agama Islam merupakan agama yang sempurna. Tidak ada yang bisa menandingi tentang kesempurnaan Islam ini. Semuanya diatur di dalam Islam, oleh karena itu kita tidak boleh menambah atau menguranginya, Islam bersifat Universal berkembang mengikuti Zaman dengan meletakkan berbagai dasar yang bersifat umum baik di dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Bagi pelaku yang menambah-nambah atau mengurangi Agama ini maka terdapat sejumlah Ancaman yang keras, untuk itu bagi Antum yang ingin tahu lebih detail berdasarkan Hujjah silahkan download Kajiannya Oleh Ustadz Hakim bin Amir Abdat:
Kesempurnaan Islam 1
Kesempurnaan Islam 2
Kesempurnaan Islam 3
Jazakumullah Khairan Katsiro...
Jumat, 2008 Agustus 22
Tuntunan Puasa Ramadhan Lengkap
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Alhamdulillah sebentar lagi kita akan melaksanakan ibadah yang sangat tinggi dan sangat rahasia sekali yaitu ibadah puasa ramadhan, untuk itu ana punya artikel yang sangat baik dan lengkap yang membahas tentang sifat puasanya Rasulullah Saw, dan amalan apa saja yang Beliau lakukan dalam rangka menghadapi bulan suci tersebut. Artikel tersebut kaya akan Hujjah baik dalil Alqur'an dan Hadist-Hadist Rasulullah Saw. Ikhwan dan Akhwat bisa Download disini.
Mudah-mudahan bermanfaat sebagai persiapan dalam menghadapi bulan Ramadhan.
Alhamdulillah sebentar lagi kita akan melaksanakan ibadah yang sangat tinggi dan sangat rahasia sekali yaitu ibadah puasa ramadhan, untuk itu ana punya artikel yang sangat baik dan lengkap yang membahas tentang sifat puasanya Rasulullah Saw, dan amalan apa saja yang Beliau lakukan dalam rangka menghadapi bulan suci tersebut. Artikel tersebut kaya akan Hujjah baik dalil Alqur'an dan Hadist-Hadist Rasulullah Saw. Ikhwan dan Akhwat bisa Download disini.
Mudah-mudahan bermanfaat sebagai persiapan dalam menghadapi bulan Ramadhan.
Sabtu, 2008 Agustus 16
Kumpulan Hadist
Bagi Ikhwan dan akhwat yang ingin mempunyai artikel tentang kumpulan-kumpulan hadist maka ikhwan dan akhwat bisa mendownloadnya disini.
Artikel ini berisi kumpulan-kumpulan hadist dari berbagai Imam periwayat hadist.
Insya Allah bisa membantu ikhwan dan akhwat dalam pembelajaran dan rujukan ilmu. Sukron
Wassalamu'alaikum...
Artikel ini berisi kumpulan-kumpulan hadist dari berbagai Imam periwayat hadist.
Insya Allah bisa membantu ikhwan dan akhwat dalam pembelajaran dan rujukan ilmu. Sukron
Wassalamu'alaikum...
Sunnah Memelihara Jenggot
Memelihara jenggot untuk kaum lelaki merupakan sunnah dalam Islam karena itu merupakan perintah Nabi Muhammad Saw, maka dari itu marilah bagi antum, ikhwan-ikhwan jika memang kita cinta kepada Allah Swt cinta, kepada Rasulullah Saw perliharalah janggut dengan memelihara janggut maka kita sudah menghidupkan sunnah Rasulullah Saw, dan taat kepada perintah Beliau untuk lebih lengkapnya maka kita bisa mendown load artikel nya di sini (download).
Mudah-mudahan bisa lebih jelas hujjahnya dan mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa sebarkan kepada Ikhwan-ikhwan lain dalam rangka dakwah insya Allah. Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat ganda dan senantiasa memberikan Rahmat-Nya kepada kita. Amin
Sukron, atas perhatian dan kesempatan untuk membaca artikel ana.
wassalamu'alaikum...
Mudah-mudahan bisa lebih jelas hujjahnya dan mudah-mudahan bermanfaat dan jangan lupa sebarkan kepada Ikhwan-ikhwan lain dalam rangka dakwah insya Allah. Semoga Allah memberikan pahala yang berlipat ganda dan senantiasa memberikan Rahmat-Nya kepada kita. Amin
Sukron, atas perhatian dan kesempatan untuk membaca artikel ana.
wassalamu'alaikum...
Langgan:
Entri (Atom)


